Ortu Tak Punya Biaya, Jenazah Anak Ditahan RSUD Muna

Muhammad olo, orang tua bayi yang meninggal di RSUD Muna.

Sultra24.Com, Muna – Muhammad Olo (20) dan Asrina (18), pasutri warga Desa Banggai, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Karena belum melunasi biaya perawatan, anaknya yang meninggal di usia 6 hari, ditahan RSUD Muna.

Diketahui bayi laki-laki ini meninggal sejak sekitar pukul 01.00 dini hari Wita, Selasa (05/06/2019) malam, di ruang Teratai kelas Nicu. Namun, karena Muhammad Olo tidak punya biaya, jenazah anaknya baru bisa diambil dari rumah sakit milik pemerintah itu, sekitar pukul 09.00 Wita , Selasa (05/06/2018).

“Saya sangat sedih, karena jenazah anak saya yang pertama ini harus tertahan di rumah sakit. Mau bagaimana lagi, saya memang tidak punya biaya,” kata Olo kepada sejumlah wartawan di rumahnya, di Desa Banggai, Kabupaten Muna, Selasa (05/06/2018) malam.

Meski mengaku tak berdaya dengan kemiskinan yang mendera keluarganya, Olo cukup kecewa dengan pelayanan rumah sakit milik Pemkab Muna itu.

“Semestinya kalau itu milik negara, ya ada toleransi dengan orang tidak punya, orang miskin,” kata Olo.

Anaknya , masuk ke RSUD Muna pada Rabu (30/05/2018) pagi. Karena berat badanya tidak mencukupi seperti idealnya bayi yang lahir, bayi yang dilahirkan di Klinik Bunda Amud lalu dibawa orang tuanya ke RSUD Kabupaten Muna dan dirawat di Ruang Teratai.

Setelah mencari pinjaman uang ke sanak kerabat dan tetangga, Olo akhirnya bisa mengumpulkan uang senilai Rp 8 juta rupiah. Berbekal uang itu, Olo lalu menebus jenazah anaknya. Jenazah bayi itu pun digendong bibinya dengan naik sepeda motor menuju desanya. Bukan mobil ambulance sebagaimana mestinya.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak manajemen RSUD Muna.

Penulis : Jufri Hasan

11,329 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment