Fenomena Bowo Potret Generasi Alay Produk Sistem Liberal

Sumber google

Sultra24.Com, Muna – “Bikin agama baru kuyyy !! Namanya kaum bowoww. Kaka Bowo jadi Tuhannya. Akoh jadi malaikatnya. Dan kalian semua jadi umatnya. Yang mau jadi nabi2 chat aja. Lapak gw khusus orang2 epic elit saja… Ga perlu rame2, berisik tauk!!! Ayo fans bhowoh… ”

Astaghfirullah… menangis hati ini membaca unggahan status seorang remaja yang mengatakan ingin membuat agama baru dengan menjadikan Bowo sebagai Tuhannya.

Bowo adalah remaja berusia 13 tahun yang saat ini menjadi idola baru para pengguna aplikasi Tik Tok yang sedang hits. Videonya sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali. Beberapa pihak bahkan memanfaatkan kepopuleran siswa SMP ini dengan mengadakan acara meet and greet dengan tarif lumayan. Belakangan ada pengakuan dari ibunda Bowo bahwa pihaknya tidak menerima sepeser pun dari acara tersebut.

Banyaknya pihak yang menilai negatif aplikasi ini, membuat Kominfo memblokir aplikasi Tik Tok pada Selasa 3 Juli 2018.
Dengan diblokirnya aplikasi ini sejenak cukup melegakan. Tersiar kabar setelah pengumuman tersebut, pihak aplikasi Tik Tok datang dari Cina untuk membahasnya kembali dengan Pemerintah Indonesia. Tentu ini harus kita waspadai.

Kondisi generasi muda saat ini jelas menjadi PR besar kita. Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Di tangan merekalah tongkat estafet kepemimpinan akan diteruskan. Maju mundurnya suatu bangsa akan ditentukan kualitas generasi mudanya.

Jika kita lihat kondisi generasi muda saat ini, tidak bisa dipungkiri banyak dari mereka yang mulai luntur nilai moral atau akhlaknya, budaya malu seolah telah tercabut dari mereka. Hilangnya budaya malu ini membuat mereka tidak segan-segan melakukan perbuatan yang melanggar norma agama maupun norma masyarakat. Generasi muda saat ini banyak yang menganut paham kebebasan, hasil adopsi dari Barat. Sudah pasti ini bertentangan dengan peradaban Timur dalam hal ini Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Tawuran, pornografi, pergaulan bebas, narkoba, bukan hal asing lagi bagi generasi muda negeri ini.

Paham kebebasan ini juga didukung faktor teknologi dan sosial media. Kedua hal ini jika tidak dibentengi dengan keimanan dan ketakwaan jelas akan membawa pada kerusakan.

Peran Negara menjadi penentu utama terbentuknya generasi muda yang berkualitas dan bertanggung jawab. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan memberikan fasilitas pendidikan terbaik, memperhatikan konten media masa yang tidak merusak generasi, menciptakan lingkungan yang positif (keluarga dan masyarakat) dll.

Sejatinya Sistem Islam sudah membuktikan bahwa dengan kontrol yang kuat dari negara akan turut menentukan kualitas generasi muda penerus peradaban. Tentunya semua berdasarkan tuntunan Islam.

Penulis : Bunda Bita

944 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment