Dipalsukan Tanda Tanganya, Dokter Ruth Bakal Perkarakan Pimpinan Puskesmas Kabawo

Ilustrasi. Foto : istimewa

Sultra24.Com, Muna – Profesi seorang dokter apabila sudah dilecehkan pasti melakukan protes. Buktinya seperti yang dialami oleh salah seorang dokter Puskesmas di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang merasa dilecehkan profesinya oleh atasannya sendiri.

Dia adalah dokter Ruth yang sehari hari bertugas sebagai dokter umum dii Puskesmas Kabawo. Karena merasa tanda tangannya dipalsukan untuk pencairan dana Kapitasi BPJS, maka dokter Ruth bakal memperkarakannya.

Pasalnya, dalam proses pencairan dana Kapitasi BPJS itu, setiap aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Puskesmas tersebut wajib bertanda tangan agar proses pencairan disetujui. Tapi anehnya, dia merasa tidak pernah bertanda tangan, namun dana Kapitasi BPJS kunjung cair.

“Ini yang saya persoalkan. Karena dari sekian jumlah ASN yang ada di Puskesmas, saya tidak pernah menandatangani administrasi yang dimana administrasi tersebut salah satu syarat keluarnya dana Kapitasi BPJS, “tuturnya.

Kata dia, diperparah lagi. Saat dana Kapitasi BPJS sudah cair, namun dirinya diberikan tidak sesuai dengan jumlah sebenarnya.

“Yang seharusnya saya terimah itu jumlahnya kisaran Rp 15 juta. Namun yang diberikan hanya Rp 2,3 juta saja. Ini juga yang saya persoalkan. Sudah tanda tangan dipalsukan, uang bagianku juga dikebiri, “bebernya.(Redaksi Sultra24.Com).

7,219 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment