Taat Pada SK KPU No 876, Zainal Arifin Suyoto Umumkan Diri Sebagai Mantan Napi

Zainal Arifin Suyoto, atau sering dikenal Arlan saat memberikan berkas Bacaleg pada Bappilu Nasdem Muna. 

Sultra24.Com, Muna – Pelaksanaan Pemilihan umum (Pemilu), yakni Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bakal di gelar serentak di bulan April 2019 nanti.

Kendati demikan, tahapan tahapannya harus di lalui oleh setiap person yang bakal tampil di Pemilu nanti, misalkan seperti para bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang akan tampil dipemilu 2019 nanti. Segala persyaratanya harus dipenuhinya, sebagai mana dalam surat keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU-RI) Nomor 876 Tahun 2018 tentang syarat dokumen Bacaleg, khususnya bagi mantan terpidana dan terpidana.

Dengan dasar SK KPU tersebut, Zainal Arifin Suyoto yang sering di sapa Arlan, yang merupakan Bacaleg dari Partai NasDem Muna Dapil 1 (Satu), Kecamatan Katobu dan Kecamatan Batalaiworu itu, mengumumkan dirinya di halaman media Sultra24.com, bahwa dirinya adalah mantan Narapidana yang pernah menjalani hukumannya di Rutan Klas II B Raha, sejak tahun 2004 dan bebas pada tahun 2005.

Zainal Arifin Suyoto yang bertandang ke redaksi media Sultra24.com di jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sidodadi pada awak media kami membenarkan jika dirinya pernah menjadi Narapidana pada tahun 2004 yang lalu akibat melanggar UU KUHP Pasal 351.

” Iya, benar saya pernah menjalani kurungan penjara di Rutan Klas II B Raha, akibat saya melakukan pelanggaran UU KUHP pada pasal 351. Saya menjalani kurungan penjara selama kurang lebih setahun lebih lamanya. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2005 saya di bebaskan,” ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan bahwa apa yang pernah dilakukannya di 14 tahun silam, sudah tidak pernah di ulanginya lagi karena dirinya menyadari bahwa semua itu adalah sikap khilaf di masa beranjak dewasa dan sejak saat itu masa lalunya di tinggalkan hingga dirinya ikut bergening di kehidupan dunia jurnalis dan saat ini mencalonkan diri sebagai Bacaleg dari Partai NasDem.

“Publikasi ini saya lakukan adalah bentuk ketaatan saya pada aturan yang berlaku sebagai Bacaleg. Dan memang hal ini wajib dilakukan oleh setiap Bacaleg mantan Napi dan Napi untuk mempublikasikan dirinya, sebagai sahnya syarat dokumen yang telah di atur oleh KPU tahun 2018, ” pungkasnya.

Zainal Arifin Suyoto pakai baju biru, sedang bercengkrama dengan warga.

Dengan mempublikasikan dirinya di media sebagai mantan Napi, Zainal Arifin Suyoto memperlihatkan keseriusan dan ketaatannya akan aturan aturan yang berlaku dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Syarat dokumen yang harus di penuhi oleh Bacaleg berdasarkan SK KPU RI bernomor 876 Tahun 2018,bagi mantan terpidana wajib mengisi lengkap formulir BB 1 dengan melampirkan surat keterangan dari kepala Lapas, surat keterangan Kepolisian dan salinan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Selain itu pula ada syarat dokumen untuk mempublikasikan diri di media , dan diwajibkan memperoleh surat keterangan dari pimpinan redaksi media yang menerangkan bahwa calon secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan terpidana serta melampirkan bukti berupa surat pernyataan publikasi diri yang bersangkutan telah dimuat dalam media massa.

Penulis : Jufri Hasan

1,732 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment