Freeport, Jerat Penjajah Kapitalis

Sumber google. 

Sultra24.Com, Muna – Pemberitaan seputar Freeport kembali mencuat di berbagai media. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan McMoran Inc, pada 12 Juli 2018 telah menandatangani pokok-pokok kesepakatan divestasi atau Head of Agreement (HoA) Saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dalam kesepakatan tersebut Inalum akan menguasai 41,64% PT Freeport Indonesia. Langkah ini untuk menggenapi 51% kepemilikan saham oleh pihak nasional. (Liputan6. Com)

Konon, dengan menguasai 51% saham Freeport, Indonesia akan memperoleh beberapa keuntungan antara lain Peningkatan pendapatan dan diperolehnya kepercayaan, Freeport menjanjikan setoran dividen sebesar USD 60 miliar, Memberikan kepastian iklim investasi nasional, Transparansi pengelolaan Freeport, dan Kemakmuran rakyat Papua.

Terlepas dari pro- kontra kesepakatan tersebut, hal penting yang harus kita pahami bersama adalah bahwa Freeport dan SDA lain merupakan harta umum yang wajib dikelola negara. Hasilnya dipergunakan untuk kepentingan (kemaslahatan) umum.

Dalam perspektif Ekonomi Islam, yang dimaksud kepemilikan umum adalah harta yang ditetapkan hak miliknya oleh as-syari’ (Allah) dan menjadikan harta tersebut milik bersama. Karena milik umum, maka setiap individu dapat memanfaatkannya, namun dilarang untuk memilikinya.

Pemberian ijin pengelolaan tambang kepada PT Freeport jelas merupakan sebuah kesalahan besar. Ketentuan dalam Islam, tambang yang berlimpah tidak boleh diserahkan pada pihak swasta, apalagi asing.

Lepasnya kepemilikan SDA ke tangan asing disebabkan karena adanya faktor penjajahan kapitalis yang memaksakan aturan neolib pada penguasa. Sayangnya, masyarakat tidak menyadarinya. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus niscaya akan mengantarkan pada kehancuran.

Sejatinya Islam telah mengatur segala sesuatunya terkait kehidupan manusia, termasuk pengelolaan SDA secara sempurna. Saatnya. penjajahan kapitalis segera diakhiri dengan cara menerapkan aturan-aturan Islam secara kaffah di bumi tercinta Indonesia.

Penulis : Tati Ummu Khansa
Editor.  : Jufri Hasan

575 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment