Intervensi Asing, Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Sultra24.Com, Muna – Viralnya penemuan plakat atau papan nama bertuliskan “Kantor Polisi Bersama” antar Polres Ketapang (Kalbar) dan Kepolisian Suzhou (China) beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian publik.

Atas kejadian ini, Kapolres Ketapang AKBP Sunario langsung dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini dilakukan karena dia dianggap tidak mengikuti mekanisme yang benar terkait persoalan ini.

Karena kasus ini, Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalbar mendapat sorotan tajam dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Mereka dinilai lalai karena tidak bisa mendeteksi adanya rencana pendirian kantor polisi bersama ini.

Posisi strategis wilayah Indonesia dengan kekayaan alam yang dimilikinya memang menjadikan pihak-pihak asing berlomba untuk menguasainya. Pelan namun pasti mereka mulai turut campur dalam berbagai urusan dalam negeri Indonesia.

Kebijakan-kebijakan negara yang tidak berpihak kepada rakyat namun justru berpihak kepada asing membuktikan telah terjadinya intervensi ini.

Menurut Muhammad Rahmat Kurnia, intervensi asing setidaknya terwujud dalam 3 bentuk.

Pertama, aturan dan kebijakan.
Contohnya dengan pemberian pinjaman. Pinjaman diberikan terus menerus hingga akhirnya negara yang dituju terjebak utang. Walhasil, secara politik dan ekonomi negara ini menjadi bergantung pada pihak pemberi utang. Pada saat itulah berbagai intervensi dengan mudah dilakukan.

Kedua, penetapan pemimpin. Pihak asing berusaha agar pemimpin terpilih adalah orang yang mau tunduk pada aturannya, sehingga mudah mengendalikan.
Ketiga, kekuatan militer. Pendekatan ini dilakukan apabila pendekatan pertama kurang efektif.

Intervensi asing jelas tidak boleh terjadi pada sebuah negara.
Islam sebagai agama paripurna sesungguhnya telah mengatur segala urusan manusia, termasuk dalam persoalan ini.

Metode Islam untuk mencegah terjadinya intervensi antara lain Tidak menjadikan kaum kafir sebagai wali, Menghukum pengkhianat yang menjadi kaki tangan asing di negara (komprador), Menerapkan syariat secara sempurna, Mencermati kedutaan besar asing, dan Memperkokoh kekuatan militer.

Saatnya kita peduli terhadap kondisi negara yang sudah terintervensi asing ini, karena jika terus dibiarkan akan membawa Indonesia pada kehancuran. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, kembali kepada aturan Islam dalam segala aspek kehidupan adalah sebuah keniscayaan.

Penulis : Tati Ummu Khansa
Editor.  : Jufri Hasan

653 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment