Antara Islam Moderat dan Depolitisasi Ulama

Sumber google

Sultra24.Com, Muna – Islam Moderat yang saat ini ramai diperbincangkan publik harus tetap terus kita waspadai keberadaannya. Propaganda ini merupakan salah satu agenda Barat dalam rangka membendung kebangkitan Umat Islam yang dianggap ancaman besar bagi mereka. Islam Moderat mengajarkan agar tidak terlalu berlebihan dalam menjalankan ajaran agama Islam. Masalah aqidah cukup diterapkan dalam ranah pribadi, sementara dalam aspek kehidupan yang lain yakni bermasyarakat dan bernegara tidak perlu membawa-bawa agama.

Salah satu strategi Barat dalam rangka menggolkan propaganda Islam Moderat ini antara lain dengan menjadikan Ulama sebagai “corong” ide mereka.
Pemerintah AS yang merupakan designer kemunculan Islam Moderat telah merekomendasikan agar menjalin hubungan kerjasama dengan kelompok Islam modernis, tradisional, termasuk kelompok Sufi. Dokumen ini ditemukan dalam Civil Democratic Islam : Partners and Strategies, dikeluarkan oleh Rand Corporation (sebuah lembaga riset AS).

Selain memanfaatkan kalangan Umat Islam sendiri, Barat juga menggunakan penguasa sebagai alat untuk mensukseskan agenda mereka.
Penguasa yang seharusnya mendukung Ulama karena telah membina aqidah umat, justru bersikap sebaliknya.
Ulama yang menyerukan kebangkitan Islam ideologis diberikan pengawasan ketat, bahkan diberikan stigma negatif karena dinilai membahayakan. Ini merupakan bentuk depolitisasi ulama.

Realita saat ini, Umat Islam justru dihadapkan dengan ulama-ulama yang gencar mengusung Islam Moderat. Padahal arahannya sekuler, memisahkan agama dari kehidupan. Miris…

Sejatinya Umat Islam sangat merindukan Ulama Warasatul Anbiya, Ulama Pewaris Nabi. Ulama semacam inilah yang akan membawa umat pada kehidupan Islam kaffah yang kita rindukan.

Penulis : Bunda Bita
Editor.  : Jufri Hasan

2,322 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Share

Berita lainnya

Leave a Comment